the hoaxJika anda suka dengan film sejenis Catch Me If You Can (2002; Dreamworks; Leonardo DiCaprio, Tom Hanks), atau Shattered Glass (2003; Lionsgate; Hayden Christensen, Peter Sarsgaard). Mungkin anda juga akan tertarik dengan The Hoax. Film yang di-release untuk umum pertengahan 2007 ini, berkisah tentang seorang penulis Clifford Irving (Richard Gere) yang dengan kelihaian sekaligus kejeniusannya mampu membuat seantero McGraw-Hill dan juga publik Amerika Serikat tentunya, benar-benar percaya atas apa yang dia lakukan: menulis “autobiografi” Howard Hughes!

Siapa Howard Hughes? Kenapa dia seolah begitu penting di dunia pers AS sehingga menjadi hal yang mengejutkan ketika Irving menulis biografinya?

young HughesHoward Hughes yang bernama lengkap Howard Robard Hughes Jr. adalah seorang penerbang berkebangsaan AS, insinyur, industrialis, produser dan sutradara. Hughes termasuk salah seorang terkaya di dunia di jamannya yang dikenal sebagai sosok yang dekat dengan kekuasaan. Hughes juga merupakan orang sangat eksklusif di kalangan pers. Sulit ditembus oleh pena tajam para kuli tinta. Padahal, konon, dinamika politik AS saat itu banyak beririsan dengan aktivitas bisnis yang dijalankan Hughes. Terutama ketika skandal watergate sesaat sebelum pemilihan presiden AS 1960 yang melibatkan adik Presiden Richard Nixon. Sampai suatu ketika, majalah Newsweek mampu sedikit menguak kehidupan pribadi Hughes. Di situ lah cerita tentang ‘perselingkuhan’ Irving-Hughes berawal.

Irving bisa dikatakan telah patah arang dalam mencari penerbit yang mau menerbitkan karyanya. McGraw-Hill, yang semula menyanggupi akan menerbitkan bukunya, tiba-tiba membatalkan secara sepihak. Sampai suatu ketika dia terinspirasi oleh artikel pada majalah Newsweek yang memuat “The Secret of Howard Hughes” untuk membuat biografi Hughes. Pada artikel tersebut terdapat preview memo Hughes yang intinya menyatakan bahwa ia pernah menunjuk seseorang untuk menulis biografinya. Tapi tak diketahui kapan dan kepada siapa memo itu diberikan.

Melihat preview itu, ide liar Irving menggeliat. Tanpa keraguan sedikit pun dia langsung membuat ‘memo’ tersebut dan ditunjukkan kepada Andrea Tate (Hope Davis), redaktur McGraw-Hill, dan mengklaim bahwa memo itu (sebenarnya) ditujukan kepadanya. Jelas, Andrea tidak langsung percaya. Andrea kemudian mengutus seorang ahli untuk membuktikan keasliannya. Kecemasan Irving berakhir ketika si ahli mengatakan bahwa memo tersebut asli, ditulis oleh Hughes.

Hughes

Tapi, tidak berhenti sampai di situ. Kabar bahwa Irving adalah ‘utusan’ Hughes sampai ke telinga rekanan McGraw-Hill yang kebetulan tahu banyak tentang Hughes. Mereka akhirnya dipertemukan untuk menguji pengetahuan Irving tentang Hughes. Di sini lah kelihaian Hughes mulai ditunjukkan (lagi). Di bantu rekannya, Dick Suskind (Alfred Molina) yang sesama penulis, Irving bekerja keras mendapatkan informasi (dokumen) sebanyak mungkin tentang Hughes. Melalui pusat dokumen Angkatan Udara AS, mereka berhasil mencuri dokumen rahasia tentang perusahaan Hughes. Di samping itu, mereka juga sukses ‘mencuri’ dokumen berita tentang Hughes yang pernah terekam oleh media massa melalui kantor arsip negara dan dari seorang mantan tangan kanan Hughes.

Pada saat mereka dipertemukan, Suskind hampir membuat kacau suasana. Karena gugup, Suskind meracau tentang hal-hal aneh tentang dirinya dan Hughes. Bukan penulis ulung namanya kalau tidak bisa membual, kira-kira begitu. Irving langsung mengarang cerita memotong lanturan Suskind yang sedemikian rupa nampak menjadi logis dan benar-benar terjadi. Selamat lah mereka.

Meski proyek penerbitan biografi Hughes sudah disamarkan untuk menghindari bocornya informasi, tetap saja berita besar macam itu akan tercium. Kali ini, pihak pengacara Hughes yang beraksi. Melalui surat yang disampaikan kepada pimpinan McGraw-Hill, Shelton Fisher (Stanley Tucci), mereka menyatakan bahwa pihak Hughes tidak pernah berkomunikasi dengan Irving, apalagi memintanya untuk menulis biografi. Sembari mencak-mencak, antara percaya dan tidak, Shelton memberikan waktu tiga hari bagi Irving untuk menunjukkan bukti yang lebih nyata. Irving mencoba mengatasi masalah ini dengan menyuruh Suskind ke Houston, lokasi di mana Hughes diperkirakan berdomisili, untuk mengirimkan surat dari ’Hughes’ kepada Shelton.

richard gereUntung surat itu tiba tepat pada saat ’persidangan’ Irving berlangsung, ketika Irving benar-benar terpojok. Irving langsung menyuruh Shelton membuka surat tersebut yang isinya menekankan bahwa Irving adalah representasi Hughes di McGraw-Hill, apa yang dikatakan Irving adalah ucapan Hughes. Keadaan berbalik, Irving yang sekarang justru menekan Shelton.Bahkan mengancam untuk mencari penerbit lain jika McGraw-Hill tidak mau membayar royalti satu juta dolar! Semula hanya 500 ribu dolar. Irving memang luar biasa, negosiator ulung. Dan Richard Gere memerankannya dengan sangat baik.

Di tengah kegundahan dalam menunggu respon McGraw-Hill, terdapat bumbu masalah rumah tangga, yaitu perselingkuhan antara Irving dengan Nina Van Pallandt (Julie Delpy), seorang aktris. Edith Irving (Marcia Gay Harden), istri Clifford Irving, kembali membuka masalah tersebut lantaran ia menemukan kartu ucapan yang bertanda ”Love, Nina”. Irving kembali membual, bersandiwara di hadapan istrinya. Bahwa ”sesuatu” memang hampir terjadi antara dia dan Nina di pertemuan terakhir, dan Irving sangat menyesal atas apa yang dilakukannya. Edith pun luluh dan memaafkan Irving.

Giliran Suskind yang kali ini berulah. Suskind mulai gamang terhadap apa yang dikerjakannya dan meminta untuk mengundurkan diri. Mengatakan bahwa apa yang dilakukannya selama ini adalah salah, uang dan ketenaran tidak penting. Irving sadar, bahwa dia tidak bisa lakukan ini sendiri, dia butuh Suskind. Sesingkat dan semudah Irving mengatasi istrinya, Irving mengatasi Suskind dengan wanita. Suskind yang juga ada masalah dengan istrinya, semakin merasa bersalah ketika dia ’dipaksa’ selingkuh oleh wanita suruhan Irving. Suskind saat itu tidak sadar, sehingga dia (masih) butuh Irving untuk mengembalikan keyakinannya. Dan, dengan terpaksa, dia kembali membantu Irving. Sampai kemudian, Shelton akhirnya setuju dengan permintaan ’Hughes’, satu juta dolar.

Biografi Hughes akhirnya diterbitkan. Menjadi sorotan berbagai media massa. Bahkan menjadi sorotan Gedung Putih lantaran Irving membesar-besarkan skandal watergate yang melibatkan adik Richard Nixon pada biografi Hughes. Merasa terancam, pemerintahan Nixon pun dengan sigap berusaha ‘menyelesaikan’ Irving. Diadakanlah telewicara yang disiarkan langsung stasiun televisi. Dalam acara tersebut, Hughes ‘diundang’ untuk memberikan kesaksian tentang terbitnya biografi tentang dirinya. Hughes mengatakan bahwa dia tidak pernah meminta Irving untuk menulis biografi tersebut dan tidak pernah bertemu untuk diwawancari Irving. Sehingga hal itu menguatkan dugaan bahwa sebagian besar isi biografi merupakan hasil karangan indah Irving (yang sangat mendalami pribadi Hughes). Hal itu juga didukung oleh pernyataan Nina kepada pers yang mengatakan bahwa dia sedang bersama Irving ketika Irving mengaku sedang mewawancari Hughes. Sontak, publik pun terkejut dan McGraw-Hill yang merasa dirugikan menuntut Irving melalui pengadilan. Setelah sempat mengalami gangguan jiwa (lagi), Irving menyerahkan diri dan akhirnya dijatuhi hukuman penjara 18 bulan dan Suskind dijatuhi hukuman penjara 12 bulan. Sedangkan Edith Irving dijatuhi hukuman penjara satu tahun di Swiss karena telah memalsukan identitas pada saat pencairan cek satu juta dolar atas nama H.R. Hughes dari McGraw-Hill di Bank Swiss.

the aviatorSosok Howard Hughes sepertinya memang sangat layak untuk diangkat ke layar lebar. Terbukti, sampai saat ini The Hoax merupakan film ke enam yang menyinggung kisah hidup Hughes setelah film The Amazing Howard Hughes (1977; Tommy Lee Jones), Melvin and Howard (1980; Jason Robards), Tucker: The Man and His Dream (1988; Dean Stockwell), Disney’s The Rocketeer (1991; Terry O’Quinn), The Aviator (2004; Leonardo DiCaprio). The Aviator bahkan memenangkan lima nominasi Academy Awards dari 11 nominasi yang diikutinya.

The Hoax, meskipun tidak seheboh The Aviator, bisa dijadikan alternatif pilihan film untuk ditonton di penghujung tahun. Rupanya sang sutradara, Lasse Hallstrom, pandai merangkai penggalan hidup Irving sehingga nampak utuh. Didukung aksi Richard Gere yang sangat cemerlang memerankan Cilfford Irving. Sebagai sebuah film drama, temponya pun tidak terlalu lambat, selalu bikin penasaran. Jadi, bagi mereka yang tidak terlalu menyukai film genre drama, akan ‘dipaksa’ terus menonton film ini hingga usai. Saya pun awalnya tidak ada niatan nonton film ini, tapi daripada harus bayar denda keterlambatan pengembalian dua film yang sebelumnya saya sewa, terpaksa saya sewa The Hoax. Apalagi kalau lihat backcover pada casing VCD-nya, tidak kepikiran bakal nonton, dikira kebohongan cinta…



No Responses Yet to “Dikira Kebohongan Cinta”  

  1. No Comments Yet

Leave a Reply